Mengapresiasi atau Terapresiasi?
Kata apresiasi terasa lebih adem dibanding menghargai, menilai baik, atau memuji. Saya belum yakin, apakah memang apresiasi itu melulu untuk sesuatu yang bernuansa positif, bagus, hebat. Tidakkah juga dapat digunakan untuk “apresiasi negatif” misalnya. Mungkin tidak, sebab kata “depresiasi” dirasa lebih mewakili, begitu ya?
Tapi yang berikut ini jelas memancing keingintahuan. Dari narasumber ke pemberitaan, mana sih yang sebenarnya ingin disampaikan: mengapresiasi atau terapresiasi. Bukankah kedua kata tadi tak bermakna sama. Menyindir dengan tersindir; menyanjung dengan tersanjung; kan beda ya?
Namun PKS mengapresiasi hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang menempatkan pasangan Mega-Hidayat pada nomor satu. “Kita sangat terapresiasi dengan hasil-hasil survei termasuk omongan Ibu Mega kemarin. Tapi sekali lagi di PKS itu ada prosedurnya. Jangan buru-buru, bersabarlah,” kata Tifatul. “Urusan presiden dan wakil presiden merupakan masalah yang strategis.”
Bisa jadi, memang saling mengapresiasi.


