Saat Tanda Kutip

Posted on Januari 28, 2009. Filed under: Tak Berkategori | Tag:, , |

Kata “saat” dan “ketika” memunyai arti yang persis sama. Penggunaan satu di antara keduanya, sudah tergolong cukup. Begitulah yang teringat saat menyimak kabar berikut:

Hari Raya Idul Adha yang seharusnya membuat muslimin Bosnia gembira rusak karena “penyerangan” beberapa masjid.

Hidayatullah.com–Di saat ketika umat Muslim bersukacita dan khusuk merayakan hari raya Idul Adha 1429 H, umat Muslim Bosnia justru sedikit terkejutkan oleh perusakan dan penyerangan mesjid di wilayah Serbia-Bosni yang dipicu oleh isu Rasisme.

Perusakan Mesjid Turut Warnai Idul Adha di Serbia-Bosnia

Selain itu, pemakaian “topeng” tanda kutip untuk kata penyerangan, juga tampak menyamarkan wajah aslinya. Bukankah memang benar terjadi penyerangan? Mengapa harus ditutup-tutupi? Apakah memang sebetulnya tak ada penyerangan?

Eh iya, penambahan tanda koma (,) di antara “gembira” dan “rusak”, sepertinya dapat membuat makna ambigu “sedikit” tertolak. Hmm, betul tidak?

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.