Saat Tanda Kutip
Kata “saat” dan “ketika” memunyai arti yang persis sama. Penggunaan satu di antara keduanya, sudah tergolong cukup. Begitulah yang teringat saat menyimak kabar berikut:
Hari Raya Idul Adha yang seharusnya membuat muslimin Bosnia gembira rusak karena “penyerangan” beberapa masjid.
Hidayatullah.com–Di saat ketika umat Muslim bersukacita dan khusuk merayakan hari raya Idul Adha 1429 H, umat Muslim Bosnia justru sedikit terkejutkan oleh perusakan dan penyerangan mesjid di wilayah Serbia-Bosni yang dipicu oleh isu Rasisme.
Selain itu, pemakaian “topeng” tanda kutip untuk kata penyerangan, juga tampak menyamarkan wajah aslinya. Bukankah memang benar terjadi penyerangan? Mengapa harus ditutup-tutupi? Apakah memang sebetulnya tak ada penyerangan?
Eh iya, penambahan tanda koma (,) di antara “gembira” dan “rusak”, sepertinya dapat membuat makna ambigu “sedikit” tertolak. Hmm, betul tidak?


